“Aku akan merindukanmu, Baby. Seandainya saja aku tidak harus pergi sendiri.” Sebastian menghentikan langkah, lalu memutar tubuh. Pria itu meraih kedua tangan sang istri. “Tidak perlu mengantarku masuk, atau aku bisa berubah pikiran.” Pria itu mengangkat tangan Louisa, kemudian mengecup punggung tangan wanita itu bergantian. “Hmm ….” Louisa menjawab dengan gumaman. Wanita itu memperhatikan wajah tampan suami yang 15 tahun lebih tua darinya. “Baiklah. Aku benar-benar harus pergi sekarang, Baby. Tuan Alex sudah dari tadi menatap jam tangannya,” beritahu Sebastian sembari melirik ke arah sang tangan kanan yang berdiri tak jauh darinya. Pria itu mendesah. Mengalihkan pandangan dari Alex, Sebastian menarik tubuh sang istri masuk ke dalam dekapannya. “Malam ini kamu harus tidur memeluk guling

