Jihan mengeluh sakit tetapi dia tak mau ke dokter. Sejak tadi pagi Damar terus membujuk istrinya tetapi yang ada malah Jihan terus menangis. Damar pun harus ijin tidak masuk kerja karena sang istri yang juga entah kenapa tidak ingin ditinggal. Tadi saat jam masih menunjukkan pukul tiga pagi, Jihan terbangun dan berlari ke kamar mandi karena merasa mual membuat Damar mendengar suara air mengalir terbangun dan menyadari sang istri tidak ada di sampingnya. Damar pun menghampiri Jihan yang sedang muntah tetapi hanya cairan. Lalu setelah itu dia pergi ke dapur dan membuat teh hangat untuk sang istri. Setelah mulai enakan, Jihan malah tak mau jauh darinya dan ingin kembali tidur di pelukan suaminya, sampai pagi ini saat Damar hendak mandi karena bersiap untuk pergi ke kantor istirnya tak i

