Tidak selalu terus bahagia, tidak selalu terus bersedih. Begitu yang Jihan rasakan saat ini. Dua minggu setelah liburan singkatnya bersama dengan Damar dan juga teman-teman mereka. Jihan merasa hari-harinya terus di liputi dengan kebahagiaan, tetapi tak selalu terus bahagia dan kali ini Jihan harus menghadapi sebuah kenyataan. Hubungannya dengan Damar tak di restui oleh Ibu Damar. Entah apa alasannya, Jihan tak pernah tahu. Yang dia tahu adalah dia harus menjauhi Damar, begitu yang Tante Permata inginkan. Dua jam yang lalu dia duduk di sini dengan Tante Permata yang tak lain adalah Ibu dari Damar. Beliau meminta bertemu hanya berdua. Jihan pun setuju karena dia pikir tak masalah apalagi saat pertama kali mereka bertemu, sambutan yang begitu hangat Jihan dapatkan dari Tante Permat

