32. Sehari tanpamu

1464 Kata

Damar masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai, bahkan terlihat seperti manusia yang tak memiliki semangat.  Jihan sudah pergi dan Damar tak bisa lagi melihat senyum dan tawa Jihan seperti biasa, tak ada lagi rengekan Jihan setiap kali menginginkan sesuatu dan Damar melarangnya.  Tak ada lagi wajah Jihan yang begitu menggemaskan saat cemberut dan merajuk. Kini Damar kembali seperti sebelumnya, saat dia belum bertemu dengan Jihan.  Hampa dan semua tampak biasa saja. Permata yang saat itu baru saja keluar dari arah dapur melihat anaknya yang tampak tak bersemangat seperti biasa. Bahkan langkah Damar menuju kamarnya yang berada di lantai dua pun tampak gontai, wajahnya tak seceria beberapa waktu lalu. Tetapi Permata tak terlalu memikirkannya, mungkin karena Damar sedang banyak kegiatan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN