19. Cemburunya Damar

1774 Kata

Jihan tak bisa tidur. Sungguh.  Dia bahkan tak merasa mengantuk malam ini. Mungkin karena dia mengalami kejadian yan tak pernah dia alami selama hidupnya dan semua itu karena Damar.  Tadi saat Damar mengajaknya untuk berpacaran atau mungkin istilah anak jaman sekarang adalah menembaknya. Jihan tak berpikir lama, dia mengangguk menjawab pertanyaan Damar tadi dan itu membuat senyum di wajah mereka berdua tak pernah luntur sampai mereka pulang setelah makan bersama. Jihan sebenarnya masih tak percaya dengan apa yang terjadi tadi, begitu juga dengan perasaan yang di miliki Damar kepadanya karena selama ini Jihan tak pernah merasa di cintai oleh lawan jenis, kecuali kedua kakak dan Papa-nya, yang tentu saja berbeda.  Ini cinta antara laki-laki dan perempuan, ketertarikan dan ingin memiliki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN