Damar keluar dari ruangan Dosen baru saja selesai bimbingan dan hasilnya tadi Damar bisa lanjut ke bab dua, membuat Damar bernapas lega. Meski dia selalu kehilangan kosentrasi tetapi dia tetap bisa mengerjakan skripsinya dengan cukup baik. Damar turun ke lantai bawah, tepatnya ke arah kantin karena teman-temannya sedang menunggu dia di sana seperti biasa. Damar menghampiri teman-temannya, duduk di samping Faris yang sedang menyantap makanannya. Yang lain juga sedang makan karena tadi memang Damar mengatakan kepada mereka untuk makan lebih dulu mengingat dia yang akan bertemu dengan pembimbing dan pastinya akan membutuhkan waktu cukup lama dan benar saja, hampir setengah jam Damar duduk berhadapan dengan pembimbingnya. “Abis ini ke mana lo semua?” tanya Herlan. “Balik lah, takut emak

