Chap 53 -Menangis mampu meluruhkan beban bersama jatuhnya air mata.- ▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪ Upacara kematian Karin telah usai beberapa jam yang lalu. Kelas belajar mengajar diliburkan untuk menghormati kepedihan para petinggi atas kehilangan rekan terbaik mereka. Bahkan untuk pelatihan sebelum ujian kenaikan tingkat pun harus ditunda satu hari. Kini para siswa akademi tengah menjalankan kegiatan masing-masing. Zealin juga berada di kamar snebari terus merenung. Ingatan mengerikan itu terus membayangi nya. Membuat air mata tanpa sadar selalu terjatuh. Bahkan Caroline, Fio, dan Givara sempat kehilangan akal untuk menghiburnya. Hingga mereka pun memberi waktu sendiri bagi Zealin. Kepedihan dan luka akibat kehilangan seseorang pasti sangat sulit disembuhkan hanya dengan hiburan semata.

