Chap 48 -Gelap mata hanya mengundang sebuah petaka- ▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪ Setelah para siswa berpencar untuk beristirahat, Karin masih berada di ruang pelatih untuk persiapan pulang. Menunggu Zinno yang entah ke mana. Karena ia harus segera sampai di rumah sebelum esok hari datang. Jika bersama Zinno, maka akan menghemat waktu sangat banyak. Saat di ruang pelatih, hanya terdapat beberapa orang di sana. Salah satu yang dikenalnya adalah Kendric. Namun, sosok itu tampak menyibukkan diri. Beberapa kali ia berdeham untuk menarik perhatian sosok itu. Akan tetapi selalu diabaikan. Alhasil, Karin pun menggeser duduknya ke arah Kendric. Ia melihat berkas-berkas yang sedang dilihat oleh Kendric. Hanya sebatas nama-nama dan alur ujian yang akan dilakukan beberapa hari lagi. "Apa GPS yang diin

