Luhan menatap layar komputer di hadapannya dengan kedua alis bertaut bingung. Laki-laki cantik itu terus menerus membaca deretan angka di layar komputernya tapi dia tidak menemukan hal yang sedari tadi di cari nya. "Ini aneh, benar-benar aneh. Bagaimana mungkin laporan keuangan perusahaan berbeda dengan jurnal keuangan?" Luhan membolak-balikkan laporan di tangannya frustasi. Laki-laki cantik itu mengacak rambutnya kesal karena tidak menemukan apapun yang di cari nya. "Xi Luhan-ssi, kenapa laporan keuangan bulan ini belum kau serahkan padaku?" Luhan menatap tuan Yoo horror. Kepala departemen keuangan itu sudah berdiri dengan angkuh nya di depan Luhan. Laki-laki cantik itu meneguk salivanya dengan susah payah, bagaimana mungkin dirinya menyerahkan laporan yang berbeda ini? Tuan Yoo p

