Siang itu waktu yang berjalan terasa begitu lambat. Selambat jarum jam yang berputar detik demi detik, hingga berganti menit demi menit, lalu berubah menjadi hitungan jam. Ayana baru tiba tiga puluh menit yang lalu. Tapi rasanya sudah begitu lama berada di rumah keluarga Adhiaksa. Selepas puas bermain bersama si kecil Putri, Ayana melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Ia meletakkan Putri di pangkuan Nyonya Liliana. Wanita itu mulai menyuapi Putri dengan santapan makan siangnya, sebab si kecil mulai bawel kalau mulai merasa lapar. Liliana sengaja meninggalkan Ayana yang sibuk merangkai di ruang tamu. Sementara ia sendiri sedang bersama Putri di ruang makan. Liliana yang selalu memberi cucunya itu makan. Ia tak pernah mempercayakan tugas itu pada asisten rumah tangganya. Walaupun mere

