Hadiah Buat Ayana

1761 Kata

Ayana bangun dipagi hari dengan rasa enggan yang merayap di pikirannya. Pandangannya menerawang jauh, berpikir apa yang akan dilakukannya hari ini. Keputusan ibunya yang terburu-buru untuk menerima tawaran dari Helena kemarin, sukses membuat Ayana sakit kepala dan tak bisa tidur nyenyak. Ayana menghela nafasnya berat. Matanya melirik ke arah jam dinding yang terus berdetak dan berputar satu arah tanpa perduli apa yang sedang Ayana pikirkan. Sudah pukul delapan, gumam Ayana. Saat ini dia sedang sendirian di kamarnya. Ayana yakin ibunya pasti sudah sibuk menyiapkan sarapan pagi mereka. Sophia sengaja tak membangunkan Ayana lebih awal karena dia tau putrinya itu gelisah sepanjang malam. Dan baru bisa tertidur saat menjelang subuh. Dengan malasnya Ayana bangkit meraih handuk lalu menyeret ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN