"Ada apa, Mbak Ayana?" tanya Nadia, wanita itu mengernyit bingung. Nadia memandangi Ayana yang tengah bersandar di depan mejanya dengan wajah pucat. Mata Ayana tampak melotot dan nafasnya tidak beraturan. Ayana tampak terkejut dan langsung menoleh saat tangan lembut Nadia menepuk pundaknya pelan. "Ada apa?" Nadia mengulangi pertanyaan yang sama. Keningnya berkerut dalam. Ayana menghela nafas, mencoba memgendurkan syaraf - syarafnya yang sempat menegang karena perbuatan Rasya. "Saya tidak apa - apa, Mbak. Saya habis ngelihat hantu di ruangan itu tadi," jawab Ayana asal sambil menunjuk ruangan Rasya dengan ujung bibirnya. "Hantu?" Nadia melotot tak percaya. "Haha... ternyata Mbak Ayana ini pandai ngelawak juga." Nadia terkekeh mendengar cerita Ayana. "Iya, Mbak. Bener - bener ada hant

