Sophia merasakan keterkejutan ketika mendapati Rasya sedang berada di tokonya bersama Ayana dalam pelukannya. Matanya melototot sementara kedua tangannya berusaha menutup mulutnya yang terasa sulit untuk dikatupkan. Rasya yang menyadari kehadiran Sophia disana, melerai pelukannya. Dengan tenang ia menarik pergelangan tangan Ayana dan membawa gadis itu bersamanya ke hadapan ibunya. "Selamat siang, Bu Sophia." Sophia hanya mengangguk, matanya memandangi dua anak muda itu bergantian. Masih dengan eksperi wajah yang sama, terkejut! Seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh wanita itu, Rasya mengungkapkan tujuan kedatangannya. Ia berusaha mengumpulkan seluruh keberaniannya yang sempat hilang saat bersitatap dengan Sophia. "Saya minta maaf jika kedatangan saya membuat Ibu dan juga Ayana s

