Sepertinya pertahanan Rasya mulai goyah. Dulu dia tidak pernah ambil pusing tentang masalah wanita. Dia bahkan tidak tersentuh pada kecantikan dan kemolekan yang wanita tunjukkan padanya. Bahkan dia tidak tertarik pada wanita kaya kelas atas yang mencoba mendekatinya. Tidak peduli apapun yang orang lain katakan, tapi baginya wanita hanya menyusahkan dan merusak mood. Apalagi wanita-wanita manja yang haus belaian seperti yang baru saja dilihatnya di butik Kalina. "Aachh...! Sial! Ada apa denganku?" Rasya memukul stir mobilnya kuat berulang kali, kemudian mengacak - acak rambutnya frustasi. "Kenapa Kalina menanyakan itu disaat Ayana tidak muncul di kantorku hari ini?" Tanyanya pada diri sendiri. Mungkin itu hanya sebuah kebetulan semata, meskipun dia bukanlah tipe orang yang percaya akan

