Happy reading . . . . . Sorry for typos Hamzah bergerak ke sana ke mari. Ia sulit tidur, sejak tadi selalu terbangun hingga tak terasa jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 12 malam. Biasanya Hamzah sudah pulas tertidur karena jam tidurnya bersamaan dengan Shaqueen namun malam ini tidak. Entah ada apa, setiap ia memejamkan mata wajah Kiandara selalu muncul dalam mata terpejamnya. Wajah tersenyummya, tawanya, Hamzah terusik dan terus terbangun tapi saat kembali memejamkam mata Kiandara muncul kembali. Hamzah mengusap wajahnya kasar dan terbangun lagi. Ia duduk di tengah kasurnya. Sisi lain tempat tidurnya selalu kosong, tak pernah terisi siapapun kecuali Shaqueen. "Ya Allah..." gumam Hamzah sambil memijat pelipisnya lalu menyalakan lampu di samping nakas. "..jam

