Terlambat

2110 Kata

Fero masih terdiam di bawah hujan yang kian deras. Lelaki itu juga membiarkan Elsa dalam dekapannya. Kedua bibir Elsa sudah membiru. Kulitnya terasa begitu dingin. "El, gue antar lo pulang ya," ucap Fero lembut. Elsa diam, masih memeluk tubuh Fero. "Apa salah gue? Apa gue gak layak di cintai dengan tulus?" ucap Elsa tanpa menghiraukan ucapan Fero. "Kenapa? Kenapa harus gue Fer? Salah gue apa? Kenapa harus gue?! Hiks.... hiks..." ucap Elsa sembari menangis. Hati Fero teriris melihat Elsa menjadi seperti ini. Karena tidak tahan, dengan semua ini. Fero mengangkat dagu Elsa. Lalu menatap kedua matanya. "Gue yakin, suatu saat Yasha akan menyesal karena terlah membuang berlian di depan gue." Kedua bibir Elsa mengatup mendengar ucapan Fero. "Lo berharga buat gue El. Sangat berharga." El

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN