Usaha Rista

1640 Kata

"Khem....," Keduanya mendongak, menatap Elsa yang berjalan sembari menatap Yasha dan Rista. Rista menurunkan sendoknya begitu Elsa berjalan mendekat. Sementara Yasha dia bingung harus bersikap bagaimana. "El, kamu udah selsai," ucap Yasha mencairkan suasana. "Iya. Cuma cuci tangan aja kok," jawab Elsa menunjukkan tangannya kepada Yasha. Yasha mengangguk, suasana kembali hening. Hanya ada suara dentingan sendok dan alunan musik dari Cafe ini. Elsa terdiam, pikirannya bercabang. Bagaimana mungkin dia akan tenang-tenang saja. Kalau kecemasan selalu menghantui dirinya. Bahkan pembicaraan dia dan teman-temannya beberapa hari lalu masih teringat jelas dalam memori otaknya. Elsa tahu, Rista pernah menjadi bagain terpenting dari dalam hidup Yasha. Tapi... "El, itu garamnya udah kebanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN