Dua minggu berlalu. Kini Alnando sudah sehat, meski belum sepenuhnya. Dan hal itu membuat Angela sedikit geram, karena kondisi suaminya bukannya memburuk malah lebih membaik. Angela mondar mandir sendiri di ruang tengah—kediaman Alnando. Karena hari ini, Alnando sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Angela akhirnya pulang untuk mempersiapkan kamar untuk menyambut suaminya. “Shanum, kamu yakin sudah memberikan obat itu? Kamu tidak lupa menukarnya ‘kan?” tanya Angela kepada Shanum di sambungan telpon. “I-ya, M-ah. A-ku sudah menukarnya!” Shanum menjawab dengan gugup. Bahkan ia sengaja keluar dari ruangan ayah tirinya agar Alnando tidak mendengar apa yang ia bicarakan dengan ibunya. Angela menghela napas panjang. “Harusnya obat itu bereaksi cepat, kayanya ada yang tidak beres. Ya, s

