Modus Terus

1015 Kata

"Kamu?" Tangan Mas Dales terangkat hendak menampar pipiku lagi. "Apa? Pukul sini! Biar semua orang tahu, kalau manager mereka suka main tangan sama istrinya." Aku melotot. Menantang balik Mas Dales. Takut? Iya kalau dua bulan yang lalu, tapi kalau sekarang, aku lebih bisa berdiri tegak menghadapinya. "Kamu!" Mas Dales menunjuk wajahku. "Lancang sekarang, apa laki-laki tadi yang membuat kamu seperti sekarang?" "Please, Mas. Jangan melempar kesalahan pada orang lain. Di sini, aku yang jadi korban, tapi kamu yang merasa teraniaya." Mas Dales pergi begitu saja setelah dia tidak berhasil menamparku. Selain itu satpam berjaga di sekitar kami tadi juga berusaha melerai. Gosip pertengkaran kami cepat sekali menyebar, bahkan Dena langsung memberondongku dengan pertanyaan ketika aku sampa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN