Aqila Khairunnisa

1132 Kata

Aqna terus menggigil. Zaidan menyelimuti tubuhnya, hanya saja Aqna tetap tak merasa hangat. Setelah siang tadi melakukan akad nikah, semua orang pulang, termasuk Aziz dan Marini. Gias berjaga di luar saja, gantian dengan Zaidan.  Menyisakan Zaidan dan Aqila di dalam ruangan. Aqna masih setengah sadar dalam keadaan menggigil. Zaidan membungkukkan tubuh dan memeluknya dari belakang. “Apa yang bisa aku lakukan agar keadaan kamu bisa menjadi lebih baik?” tanyanya tepat di telinga Aqna.  Aqna ingat, siang tadi Zaidan melakukan akad nikah dengan Aqila. “Pulanglah, penuhi kewajibanmu sebagai suami Aqila.” gumamnya.   Zaidan terkesiap, begitupun dengan Aqila. Yang benar saja, Zaidan tidak mungkin tega meninggalkan Aqna dalam keadaan seperti ini. “Sayang, aku akan tetap di sini, temani kamu,” bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN