PENTAS SENI

1318 Kata

BAB 34 PENTAS SENI “Papa, ayo cepetan! Nanti kita terlambat!” teriak Bulan. “Iya, sayang! Sabar, ya!” sahut Ardhan. Bulan mengerucutkan bibirnya sambil menunggu Papanya bersiap. “Anak Mama sudah cantik banget! Siapa yang dandanin tadi?” tanya Kienan sambil berusaha bangkit dari tidurnya. “Tante Airin!” sahut Bulan. “Tante Airin? Memangnya dia ada disini?” tanya Kienan heran. Kini dia sudah duduk sambil bersandar di kepala tempat tidur. “Iya, aku yang nyuruh karena Mama lagi sakit, jadi gak bisa dandanin aku!” sahut Bulan polos. Kienan memandang tak suka ke arah Ardhan. “Iya, tadi pagi-pagi dia sudah sampai sini. Aku gak bisa menolak saat Bulan merengek minta diteleponin Airin,” ujar Ardhan memberi penjelasan. Tapi tetap saja, rasanya masih ada yang mengganjal di hatinya. “Sekarang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN