Aku memposisikan diriku untuk duduk dikursi rumah baruku. Memandang kearah langit yang nampaknya dua kali lipat lebih cerah dari balik jendela kamar yang terbuka lebar. Aku telah duduk disana selama lebih dari beberapa waktu. pikiranku bahkan kosong melompong mendapati banyaknya hal yang masuk kedalam kepala entah itu yang aku anggap penting maupun yang tidak perlu. Dan sialnya selalu saja yang terbayangkan pertama kali adalah memori dimana semestinya tidak perlu lagi untuk aku ungkit. Ya, sangat tidak penting. Aku ingin melupakannya tapi hatiku tidak bisa melakukannya. Padahal rasanya baru kemarin kami berada diatas ranjang yang sama. Ya, selalu datang tiap waktu ketika diriku sendirian dan berpikir dengan tenang. Sialnya itulah yang menjadi pengganggu bagiku. Sudah berapa lama waktu

