Aku menegakan tubuhku segera. Mempersiapkan diriku untuk sebuah kemungkinan terburuk. Mengambil napas kemudian. Aku memang sudah menduga bahwa hal seperti ini memang akan terjadi, cepat atau lambat terlebih ketika aku berpikir mengenai resiko yang akan aku terima dari tindakan konfrontasi yang aku lakukan semalam. Tapi sebelum itu aku perlu bertanya pada Gillian. “Gillian! Bukankah aku sudah bilang padamu untuk tidak membiarkan oranglain terutama orang asing untuk masuk kedalam rumah kita?” aku bertanya padanya dengan tegas sekaligus mengingatkan terhadap pesan yang aku wanti wanti terhadap Gillian. Wajah anak itu mendadak berubah. Sepertinya dia merasa bersalah atas keputusan yang dia buat tanpa bertanya padaku dahulu. Tanpa aku memberi izin padanya. Gillian kemudian mengerutkan kenin

