20. Siapa Violetha?

2070 Kata

Sarapan tersaji. Dua piring nasi goreng yang dihiasi potongan sosis dan telur mata sapi. "Wuah, enak!" seru Fia semringah. "Habisin, ya," kuelus puncak kepalanya. Fia mengangguk, kemudian menyantap makanannya setelah berdoa lebih dulu. Aku pun meraih sendok. Saat akan memasukkan ke dalam mulut, ponsel di atas meja berdering. Nomor tanpa nama. Siapa? Akhirnya kuurungkan niatku, menyimpan sendok dan berganti meraih ponsel. "Halo," sapaku lebih dulu. "Halo, juga, Dinda." "Maaf, dengan siapa ini?" "Roy." "Roy?" Aku menautkan alis. Seingatku, aku tidak mempunyai teman bernama Roy. "Maaf. Roy mana, ya?" "Bukannya baru kemarin kita bertemu?" Kemarin? Astaga! Jangan-jangan .... "Pak Roy Adiatama?" "Yups." "Maaf atas kelancangan saya." "Tidak apa. Saya hanya ingin menyapa, memastika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN