April hampir tidak bisa tidur semalaman. Ia baru terbangun ketika sinar matahari pertama menyelinap melalui celah jendela kamarnya. Kemudian ia bergegas, meminta salah seorang pelayan menyiapkan permandiannya. Ia ingin memulai perjalanan dengan mandi terlebih dulu. Setelah menyiapkan permandian, pelayan itu menuju lemari untuk mengambilkan pakaiannya juga. Namun, April memintanya pergi. “Tidak apa, pakaian bisa aku ambil sendiri.” Ketika pelayan itu menjauh, April menghampiri tempat tidur suaminya sejenak, memandang pria itu yang masih tertidur lelap. Ia sama sekali tak berniat membangunkannya. Ia hanya ingin mengambil waktu sebentar untuk memandangi wajah tersebut. Setelah itu ia mulai menuju kamar mandi untuk merendam tubuhnya dengan air hangat. Rasanya sungguh menyenangkan. Ketika s

