Alessandro sedang berada di ruang kerjanya, namun terdengar suara sesuatu menabrak jendela. Ia pikir awalnya itu sudah hujan. Tapi tak lama, terdengar kembali. Ia pun beranjak dan membuka jendela. Seekor burung merpati menghampiri, hinggap di tangannya dan menjelma menjadi sepucuk surat. Sudah ia tebak bahwa itu laporan dari Sirius. Tapi, ternyata ada juga surat dari April. Setelah membaca keduanya, ia berharap bisa ada di sisi April dan menghibur hatinya yang tengah terluka. Tak lama kemudian, Cassian mengetuk pintu. “Alessandro, boleh aku masuk?” “Silakan,” jawabnya. “Sudah waktunya makan malam. Kau mau ikut?” “Tentu.” Cassian memandang wajah saudaranya yang terlihat sangat lemah. “Ada apa, kau tampak tidak bersemangat.” “April tidak bisa kembali secepatnya.” “Kenapa? Apa

