Dua Delapan

1008 Kata

"Black ho—""Tunggu!" Suara si Miyu ngebatalin skill teleportasi Zehrow. Padahal si Zehrow baru aja sadar, tapi dia udah maksa buat pake skillnya biar bisa balik ke guild dengan cepat. "Ma'afkan perlakuan ayah kami yang kurang baik pada kalian," kata si Icha. Tulus banget ngomongnya. Enggak ada yang nanggepin omongan mereka. Zehrow udah siap gunain skill teleportnya lagi. "Ajak kami bersama kalian!" teriak si kembar barengan. "Kami ingin membalas budi karena kalian telah mengalahkan monster di desa ini." Si Icha nyamperin Zehrow, megang tangannya sambil mohon-mohon. Zehrow mandangin anggota party Dilan satu-satu. Enggak ada yang ngasih saran. Sally diem aja, si David, entah deh. Tuh orang masih ngambek sama gue kayaknya. Zehrow ngeliat ke arah gue. Gue sih terserah dia aja. "Kalian s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN