Dua Satu

1013 Kata

"Mau sampai kapan kamu menutup mata seperti itu?" Eh suara ini ...?Pas gue buka mata, gue lagi ada di pinggir rumah, sama si Adit. Lagi bercocok tanam. Oe! Oe! Oe! Emak gue dateng, bawa kotak kardus. Kucing? Kok suaranya oe oe? "Iqbal! Adit!" Emak manggil kami bedua. "Lucu kan, ya?!" Ternyata di dalem kardus tersebut ada bayinya. Kecil, mungil, tapi rada dekil. Masih ada darahnya, kardus bagian luarnya juga kotor banget "Anak siapa, Mak?" tanya si Adit. Raut mukanya seperti biasa. Dingin, tanpa ekspresi. "Anak Emaklah! Namanya Zahra, Zahra Salsabila. Ini adik bungsu kalian." Zahra? Gue yang udah dewasa tahu tuh bayi datengnya dari mana. Pas gue elus pipinya, tuh bayi ngemutin jari tangan gue. "Kok ada nama aku-nya, Mak?" protes si Salsa. "Aa! Kotor atuh tangannya!" Salsa ngelepasin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN