Bab 22 Apa yang Sam ketahui

1867 Kata

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sudah lebih dari 30 menit Darren menunggu. Matanya sesekali melirik pintu kamar mandi, berharap pintu itu segera terbuka. Ia mencoba kembali fokus pada pekerjaannya di laptop yang tersisa setengah lagi, tetapi fokusnya tetap pada Leona. Ia menghela napas, kemudian berdiri dan beranjak menuju kamar mandi. Darren berdiri di pintu kamar mandi yang tertutup rapat, ia menempelkan telinganya ke sana. Tidak terdengar suara gemercik air layaknya seseorang yang mandi, kamar mandi seolah tidak ada penghuninya. Darren menjauhkan kepalanya dari sana, kini giliran tangan kanannya yang menempel di sana. Darren merasa bimbang antara mengetuk pintu di depannya atau tidak, tetapi ia terlalu khawatir jika tidak melakukannya. Dengan helaan napas pelan, tangan ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN