Dua tahun berlalu. Leona mendorong kursi roda itu menuju ruang tamu, orang-orang telah berkumpul menanti mereka. Setelah memastikan Liona duduk dengan nyaman, Leona mendudukkan dirinya di sofa berdampingan dengan kursi roda Liona. "Sebenarnya untuk apa aku duduk di kursi roda? Aku baik-baik saja, Leona. Kenapa kau mengganggap ku seperti orang yang sakit?" gerutu Liona. Kembarannya itu tertawa kecil, "Kau tidak boleh banyak bergerak sampai aku sendiri yang memastikan kau benar-benar tidak apa-apa." Liona memutar bola matanya malas, hal seperti ini sudah sering terjadi sejak dirinya keluar dari rumah sakit. Meskipun belum dinyatakan sembuh seratus persen, tetapi Liona sudah merasa baik-baik saja. Bahkan dokter pribadi keluarganya menyarankan agar dia banyak bergerak, tetapi kembarannya itu

