Beberapa minggu telah berlalu, semenjak kejadian atau lebih tepatnya saat perkataan Darren yang memintanya tidak pergi, pria itu menjadi lebih posesif padanya. Darren selalu mengikuti ke manapun dirinya pergi, kecuali ketika ke kamar mandi. Leona tentu saja merasa tak nyaman, tetapi daripada itu, ia sedikit menyukainya. Bahkan Darren tak segan untuk memeluknya, entah ketika Leona sedang memasak, maupun ketika mereka sedang menonton film. “Darren, kau memelukku terlalu erat. Aku mau tidur,” keluh Leona seraya mencoba melepaskan diri dari lilitan tangan kekar Darren di pinggangnya. Kini mereka tengah berada di kamar Darren, berbaring di atas ranjang dengan lengan pria itu yang memeluknya erat dari belakang. Bukannya menuruti ucapan Leona, Darren semakin mengeratkan lilitan tangannya di sana

