Setitik harapan muncul ketika suara pintu diketuk masuk ke dalam telinganya, sayup-sayup terdengar langkah kaki menjauh. Liona mendudukkan dirinya dengan susah payah, setidaknya kali ini dia selamat. “Bisakah kita bicara?” suara seorang pria terdengar samar di luar ruangan. Sam melirik ke dalam selama beberapa detik, kemudian kembali memandang Alex yang kini berdiri di luar pintu. “Katakan,” ujarnya. Alex menghela napas pelan, “Bisakah kita bicara di dalam? Kau tidak ingin ada gosip lagi, 'kan? Sam mendengus, dia kembali melirik ke dalam ruangan. Alex mengernyit, dia tidak melihat apa yang tengah di perhatikan oleh Sam. Karena temannya itu membuka pintu seperti memberi celah, hanya kepalanya yang muncul. “Tunggulah di ruang kerja,” suara Sam kembali terdengar. Alex mengangguk, “Apakah ada

