42. Rasa yang tidak pantas

2020 Kata

Leona mengepalkan tangannya kuat, ia mencoba memandang ke arah lain agar hatinya tidak semakin terluka. Bohong bila Leona mengatakan dirinya baik-baik saja, karena hatinya kini telah terselimuti oleh kabut. Kabut yang begitu tebal hingga terasa menyesakkan, air mata itu mencoba ditahannya. Tahan, Leona. Tahan, batinnya. Tak berapa lama, akhirnya Yuta kembali seolah memberikan oksigen untuknya bernapas. Pria itu duduk di sampingnya, kemudian dia meletakkan nampan berisi empat minuman. "Saya masih tidak percaya bahwa Leona memiliki kembaran," ujar Yuta. Perempuan di samping Darren itu menunduk, dia seolah enggan menatap wajah di depannya. Leona mencengkeram erat lengan Yuta, hingga kemeja yang dikenakan pria itu kusut. Yuta menoleh, "Ada apa?" "Bisakah kita kembali?" bisik Leona. Yuta men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN