“Mas Agung kok gak bisa dihubungi sih, Pa? Duh, aku khawatir terjadi sesuatu padanya.” “Tenang, Mbak. Anak buah teman Papa akan membantunya jika dia butuh pertolongan.” “Nyusul yuk, Pa.” “Yakin?” “Papa khawatir juga ‘kan? Hayo, ngaku!” “Jelas, Mbak. Orang tua mana yang bisa tenang saat anaknya tak ada kabar?” “Ya, sudah. Cus, bandara ...” Sudah pukul 9 malam namun Mas Agung tak kunjung kembali ke rumah. Ponselnya tak bisa dihubungi sejak sore. Membuatku dan Papa dilanda cemas. Akhirnya, kami memutuskan untuk menyusulnya ke Bandara. Meski, tak tahu keberadaan Mas Agung saat ini. Setidaknya jika terjadi sesuatu yang buruk padanya bisa langsung menolongnya. “Buat apa pakai bantal lagi?” “Jaga-jaga, Pa. Kayaknya cosplay jadi Ibu hamil banyak untungnya.” “Ada-ada saja kamu, Mbak. Mem

