Ayam Lompat

1200 Kata

Pagi hari, di akhir pekan, biasanya aku akan bergelung dibawah selimut hingga siang. Namun, pagi ini aku bangun lebih awal dari suamiku. Berniat menyiapkan sarapan spesial untuk Mas Rayan. Rencananya mau masak sederhana, sop ayam, perkedel dan ayam goreng lengkuas. Di dalam lemari es telah tersedia semua bahan. Sepertinya, Bibik yang bekerja di rumah Umi Fatim telah menyiapkan semuanya. Sop ayam dan perkedel sudah matang, tinggal menggoreng ayam. Minyak bekas menggoreng perkedel masih banyak dan sudah panas. Tapi, aku ragu saat akan memasukkan ayam. “Gimana, Mbak? Sudah matang apa belum?” Oh, iya, sejak tadi aku terhubung panggilan video dengan Mama. Aku belum tahu cara membuat perkedel jadi butuh tutorial. “Takut meledak, Ma.” “Kecilkan api nya, baru masukkan ayam, setelah itu tingg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN