Malam itu, mansion Antico tampak begitu hening. Dari kejauhan, bangunan megah itu berdiri angkuh, berbalut cahaya lampu temaram yang seolah menelan semua rahasia di dalamnya. Namun, bagi Clara, mansion itu tidak lagi sekadar rumah. Ia menjelma menjadi penjara besar, dengan dinding tebal dan penjaga setia yang selalu mengawasi setiap geraknya. Clara berdiri di depan cermin kamarnya, memandang pantulan dirinya. Wajah pucat, mata sembab karena kurang tidur, rambut yang jatuh acak ke bahu. Semuanya adalah cerminan dari gadis yang sudah lama kehilangan kebebasan. Tubuhnya semakin kurus sejak menikah karena tekanan fisik dan batin yang dialaminya. Ia sama sekali tidak menunjukkan sebagai nyonya kaya raya apalagi istri seorang mafia paling berkuasa di Valderossa. Jantung Clara berdetak cepat k

