Dea keluar tak ingin mendengarkan penjelasan Hito lagi. "Sayang...!" Hito segera mengambil celana panjangnya yang tadi sudah ia siapkan. Memaksa miliknya yang masih tegak masuk ke dalam celana dengan susah payah. "De..." panggil Hito keluar dengan masih bertelanjang dadaa. Nyatanya di ruang tengah hanya ada Fathur yang memandang Hito dengan tatapan menyudutkan. Apalagi lelaki itu barusan memangil nama adiknya. Untuk apa? "Gue cari Dea karena mau minta bantuan dia buat cariin baju gue!" jawab Hito tanpa ditanya. "Ooh...!" sahut Fathur pendek. Dengan tatapan tidak berubah. "Betulan... gue emang mau minta Dea buat bantuin gue doang, lo lihat dia, gak?" "Engga... gue juga baru sampai disini. Tapi gue sempet lihat dia pergi sih keluar" ucap Fathur kemudian. "Siittt... kemana lagi?" guma

