"Ayok..." ulangnya sekali lagi. Kemudian kakinya menginjak lelaki yang tadi sudah terjatuh. Secara insting membuat para bodyguard lainnya takut sebelum maju. Bahkan salah satunya menelan ludah kasar dengan pandangan ingin kabur dari sana. "Lo mau maju?!" "Eeehh.... enggak... enggak...!" Hito mengulum senyum puas. Itu memang caranya menang tanpa perlu banyak mengeluarkan tenaga. Lelaki itu bukan hanya jago berkelahi, tapi ia juga pintar mengaplikasikan semua energinya untuk hal-hal penting saja. "Terus ngapain pada disini, gue kasih tahu... baik dia. Cowok yang kalian pukul sampai pingsan ataupun adiknya. Gak akan ada yang ikut kalian. Semuanya orang gue. Anak buah gue. Oke!" tekannya keras. Para bodyguard bertubuh besar namun bernyali tempe itu kabur dari sana, membangunkan temannya

