Bab 12

2699 Kata

Aku baru kembali dari apartemenku, ketika kulihat Galih dalam setelan tuksedo rapi sedang menunggu di depan lobi apartemen sambil duduk dengan geriknya yang resah seolah menanti sesuatu yang teramat penting. Kuanjakkan kaki ke arah lelaki itu yang mendongakkan wajah ovalnya, sepasang matanya yang terang menghiggapiku dengan sikap tenang. Ia lantas berdiri, seolah sedang menyambut. "Hai, sedang menunggu seseorang?" "Iya, ya ..." katanya dengan sedikit bimbang. Namun tiba-tiba saja muncul Brian entah dari mana dengan matanya yang mengilap tajam, ia menghujamkan sebuah pukulan telak ke sudut bibir Galih. Aku berteriak histeris ketika lelaki berambut sedikit keriting itu jatuh ke lantai. Tak lama ia berdiri, membalas Brian dengan tinjunya hingga lelaki berbahu lebar itu jatuh ke atas sofa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN