Bab 12. Nasihat sang supir taksi

1355 Kata

"Nama dia--," tring Bunyi dering dari ponsel Vanny berbunyi. Vanny tersenyum merasa bersalah pada Nuri, lantaran harus mengangkat dulu panggilan dari suaminya. Setelah pembicaraan beberapa saat, Vanny meringis ke arah Nuri. "Sorry, suami telpon nyuruh pulang. Lain kali saya mampir lagi, kan sudah tahu ini alamat rumah kamu." Walau perasaan dalam harinya masih mengganjal penasaran akan nama kakak laki-laki Vanny yang ada di Singapura, tapi Nuri tidak bisa menghentikan Vanny yang hendak pulang. Mungkin lain kali ia akan menanyakan lagi sipa sosok laki-laki itu, yang jelas kali ini ia hanya bisa pasrah lantaran tidak dapat tahu siapa dia. "Tidak mengapa, kamu pulang saja. Ya, lain kali mampirlah lagi, salam buat suami kamu." Nuri menjawab sambil tersenyum menenangkan pada Vanny, memperl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN