'Ah, hatiku dipermainkan disini. sesaat aku merasa bahwa kaulah pelabuhanku, namun sayang kau hanyalah bayang-bayang semu nan kelabu'-My Unknown Husband oOo "Aku tak tahu harus bagaimana. Papa memaksaku, dan aku bahkan tidak tau siapa yang akan menjadi suamiku nanti" Deldian merengkuh Chika ke dalam pelukannya yang hangat. Chika sedang menangis sesenggukan hingga mereka berdua mendapat sorotan mata dari pengunjung café "Aku tau. Mungkin orang tuamu memilihkanmu yang lebih baik dariku. Kau seharusnya senang, kau bahkan bisa mendapatkan suami tanpa perlu mencari" Deldian melepaskan pelukannya lalu menangkup kedua pipi Chika "Kuharap kau mencari penggantiku secepatnya. Aku tak ingin kita terjebak dalam perasaan ini" Chika menghela nafasnya. "Dan satu lagi" alis Deldian terangkat Satu "Ak

