“kamu bikin kaget aja sih” ucap Keyla
“Lagian kamu kenapa malahan melamun disini jadi jangan salahkan aku kalau membuat kamu kaget” sahut Tiara yang terkekeh geli membuat raut wajah kaget yang di tunjukan oleh Keyla.
“Tiara aku mau minta tolong sama kamu, aku mohon kali ini kamu bantuin aku” pinta Keyla dengan nada penuh memohon kepada temannya itu karena kali ini hanya Tiara harapnya
“Minta tolong apa? Jangan bilang kamu mau meminta aku melakukan hal yang tidak- tidak”
“Kamu pikir aku akan meminta hal seperti itu tentu saja tidak tapi kali ini lebih penting dari apapun dan kamu hanya harapan aku satu- satunya karena semua orang sudah pulang”
Tiara memerhatikan wajah Keyla tentunya bahwa Keyla meminta hal yang penting apalagi terlihat dari raut wajahnya yang memohon seperti itu kepadanya tanpa pikir panjang Tiara mengagukan kepalanya.
“Kamu mau aku melakukan apa?” tanya Tiara dengan raut wajah penasaran.
“apa kamu liat pria yang berdiri di samping mobil di sebrang butik?” keyla langsung memalingkan pandangannya ke arah sebrang butik
Mendengar itu Tiara segera mengikuti pandangan mata Keyla saat melihat apa yang ada di sebarang sana Tiara membulatkan matanya karena dia mengenal sekali siapa yang berdiri disana dengan tatapan penuh rasa penasaran dia segera memalingkan pandangannya kepada Keyla.
“bukankah itu pacar kamu?” tanya Tiara yang mengenal bahwa pria di sebarang sana adalah pacar dari Keyla.
“iya tapi sekarang sudah tidak lagi” jawab Keyla dengan nada lirih
“kamu becanda kan?” Tiara masih menyangka bahwa Keyla sedang bercanda kepadanya
“aku serius, sekarang aku minta tolong kalau dia bertanya kepada kamu jangan bilang aku masih ada di sini tapi bilang saja kalau aku tidak bekerja lagi disini” pinta Keyla yang sengaja melakukan itu demi menghindari Hardi.
“kenapa aku harus mengatakan itu? Lalu bagaimana kalau dia tidak percaya dengan apa yang aku katakan”
“Terserah kamu aja mau mengatakan apa kepadanya yang terpenting kali ini kamu bantuin aku iya”
“Baiklah tapi kamu harus jelasin sama aku semuanya kenapa kamu meminta aku berbohong kepadanya” ucap Tiara yang meminta penjelasan kepada Keyla
“Besok aku jelasin yang penting kamu sekarang pulang duluan biar dia bisa pergi jadi aku bisa cepat pulang”
“Aku tunggu janji kamu besok”
Keyla langsung mengagukan kepalanya, Tiara yang mendapatkan jawaban dari Keyla segera melangkah keluar butik walau masih banyak pertanyaan dalam benaknya namun dia berusaha bersikap seperti biasa.
Hardi yang menyandarkan tubuhnya segera membenarkan posisinya saat melihat seorang wanita keluar dari butik dia berharap itu Keyla namun seketika harapannya sirna karena bukan keyla yang keluar.
Dengan rasa penasaran di segera menyeberang jalan karena dirinya merasa heran belum melihat Keyla keluar dari butik padahal seharusnya dia sudah pulang.
“hai Tiara” sapa Hardi yang memang mengenal Tiara karena sudah sering mereka berjumpa kalau dirinya menjemput Keyla.
“Eh pak Hardi, tumben kesini ada apa?” tanya Tiara yang berpura-pura tidak tahu.
“maaf apa Keyla sudah pulang?” sahut Hardi sambil memerhatikan butik di belakangnya yang sudah tampak sepi
“Keyla sudah tidak bekerja disini, apa pak Hardi tidak tahu soal itu karena sudah beberapa hari ini dia tidak bekerja lagi” bohong Tiara dengan wajah serius tentunya dia berusaha menyakinkan pria dihadapan nya
“apa? Kamu bercanda kan”
“saya tidak bercanda tapi memang Key sudah tidak bekerja disini”
Hardi tercengang mendengar ya karena memang beberapa hari ini dia tidak bisa menemui Keyla karena Niki selalu saja menempel kepadanya namun hari ini dia mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan Keyla namun ternyata Keyla sudah tidak bekerja di sana hingga membuatnya kecewa.
Tiara yang memerhatikan wajah Hardi semakin yakin ada hal yang terjadi kepada keduanya apalagi beberapa saat lalu Keyla mengatakan bahwa mereka sudah berpisah hingga membuat dirinya penasaran kenapa bisa mereka berpisah padahal selama ini dia melihat keduanya begitu romantis.
“ya udah kalau begitu terima kasih” ucap Hardi dengan raut wajah kecewa.
Tiara hanya mengagukan kepalanya sebenarnya ia merasa tidak tega berbohong kepadanya apalagi melihat raut wajahnya yang begitu sedih dan kecewa tetapi dia tidak mungkin memberitahukan kalau Keyla masih berada di sana
Hardi melangkah dengan gontai meninggalkan butik dirinya tidak mengira bahwa Keyla benar- benar menghindari darinya padahal dia berharap jika Keyla memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan semuanya
Setelah berada di dalam mobil dia meluapkan kemarahannya dengan memukul setir di hadapannya
“Kenapa kamu melakukan ini Key” gumam Hardi sambil menyandarkan kepalanya di setir mobil
Sedangkan di dalam butik Keyla memerhatikan semuanya hanya memegang dadanya yang terasa sesak tentunya dia melakukan itu karena terpaksa jauh di lubuk hatinya dia masih mencintai Hardi namun dia sudah berjanji dengan dirinya sendiri akan melupakan Hardi.
“Maafkan aku mas, aku terpaksa melakukan ini demi kebaikan kita” batin Keyla seraya menahan air matanya yang hampir terjatuh di pipinya.
Hardi yang pulang dalam rasa kecewa di buat semakin kesal karena ternyata Niki sudah berada dirumah-Nya hingga membuatnya hanya bisa menghela napas sedangkan Niki yang melihat kedatangan calon suaminya segera berjalan menghampirinya dan langsung bergelayut manja di lengan Hardi.
“kamu dari mana saja? Kenapa ponsel kamu tidak aktif?” Tanya Niki dengan manja.
“ponsel aku mati” jawab singkat Hardi dengan wajah datar dan dingin.
Tentunya dia merasa risih dengan apa yang di lakukan oleh Niki tapi dia tidak berbuat apa-apa karena jika dia membuat Niki menangis maka mamanya akan murka hingga dia malas jika harus meladeni mamanya karena dirinya sudah lelah dengan ocehan mamanya yang selalu menyalahkan Keyla jika dirinya tidak bersikap baik kepada Niki.
"ya udah aku mau ke kamar dulu badan aku sudah lengket" ucap Hardi yang langsung melepaskan tangan Niki dari lengannya.
"baiklah tapi jangan lama-lama karena kita akan makan malam di luar" sahut Niki sambil tersenyum manja ke arah Hardi
"aku capek lain kali saja" tolak Hardi yang malas jika harus keluar bersama Niki apalagi pikirannya sekarang hanya memikirkan Keyla.
Niki yang mendapatkan penolakan dari Hardi langsung memasang wajah sedih sambil mengurutkan bibirnya tentu saja Hardi melihat itu hanya bisa menarik napas dengan terpaksa dia pun menyetujui ke ingin Niki seketika Niki langsung merubah raut wajahnya saat Hardi setuju untuk makan malam di luar bersamanya.