bab 3

1013 Kata
El masih terus diam membisu bahkan setiap kali ibunya membujuk dirinya untuk berbicara tidak membuahkan hasil apa- apa hingga membuat Bu Rahma bingung dengan apa yang terjadi dengan anaknya hingga dia memutuskan untuk menghubungi indah sahabat dari anaknya dia berharap jika kepada indah anaknya mau berbicara. indah yang mendapat telepon dari Bu Rahma bergegas ke rumah El dengan perasaan panik setelah mendengar penjelasan dari ibu sahabatnya itu tentang keadaan El sesampainya di depan pintu indah yang terburu- buru menetralkan sejenak napasnya akibat berlari setelah merasa lega dia segera mengetik pintu rumah sederhana itu. "asalamualaikum" indah mengetuk pintu seraya mengucapkan salam. tidak begitu lama pintu terbuka memperlihatkan Bu Rahma dengan raut wajah sedih. " waalaikum salam nak indah" "apa yang terjadi dengan El Bu? apa El sakit?" tanya indah yang memberi pertanyaan beruntun kepada Bu Rahma. mendapat pertanyaan beruntun Bu Rahma hanya dia tanpa berkata apapun dan segera meminta indah masuk tentunya sikap Bu Rahma yang tidak biasa membuat indah semakin penasaran apa yang terjadi dengan sahabatnya tanpa menunggu lama indah melangkah masuk mengikuti langkah kaki Bu Rahma. seketika pandangan matanya tertuju ke arah sudut ruangan dimana El sedang duduk sambil melipat kedua kakinya dengan tatapan kosong hingga membuat indah segera berlari melihat keadaan sahabatnya itu. "El, apa yang terjadi?" tanya indah yang langsung bersimpuh di hadapan El Elyang melihat ke datangan indah segera menurunkan kakinya dan langsung memeluk tubuh sahabatnya seketika tangisan El pecah sambil memeluk tubuh indah yang membuat indah bingung dengan sikap El tanpa bertanya lagi indah membalas pelukan El tanpa berkata apapun. "El, ada apa cerita sama gue" pinta indah yang sudah memeluk sahabatnya itu "apa salah gue? kenapa dia tega meninggalkan gue" lirih El mendengar itu indah baru tersadar jika apa yang terjadi kepada Elpasti ada hubungannya dengan wanita yang mengaku tunangan dari bosnya sedangkan Bu Rahma tercengang mendengar perkataan anaknya karena dia baru tahu apa yang membuat anaknya seperti itu. indah segera melepaskan pelukannya dan menyentuh kedua bahu milik El, dia bisa melihat jelas kesedihan yang begitu dalam dari mata sahabatnya itu. "apa ini ada hubungannya dengan pak Hardi?" El yang masih terisak hanya mengagukan kepalanya sebagai jawaban. mendapat jawaban seperti itu membuat indah tampak kaget karena ternyata dugaannya benar namun dia masih tidak percaya karena selama ini dirinya melihat hubungan antara Keyla dan bosnya itu baik-baik saja bahwa dia merasa salut karena Hardi tulus mencintai El walaupun bukan dari kalangan seperti dirinya. "katakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Indah yang semakin penasaran dengan apa yang terjadi antara keduanya El segera mulai menghentikan tangisannya dan segera mengusap airmatanya sambil menatap sendu ke arah Indah, "mas Hardi akan menikah dengan orang lain" "apa?" Indah begitu terkejut mendengarnya sedangkan Bu Rahma yang sedari tadi berdiri langsung menghampiri keduanya tentunya dia sudah bisa menduga ini akan terjadi kepada anaknya karena memang dari awal dirinya tidak suka saat El menjalin hubungan dengan Hardi mengingat mereka berbeda kasta. "ibu sudah peringatkan kepada kamu tapi kenapa kamu tidak mendengarkan ibu nak" ucap lirih Bu Rahma yang tidak tega melihat ke hancuran yang di alami anaknya. El dan Indah menoleh ke arah suara Bu Rahma yang sudah menatap dengan tatapan penuh kesedihan. "Tapi Bu, semua bukan karena mas Hardi tapi orang tuanya meminta dirinya menikah dengan wanita pilihan orang tuanya" bela El "setelah apa yang dia lakukan kamu masih membela dirinya! sadar nak kita tidak sederajat dengan mereka harusnya kamu dengarkan apa yang ibu katakan sejak awal" El terdiam mendengarnya walau apa yang dikatakan ibunya benar tapi dia sangat yakin bahwa Hardi akan memperjuangkan cinta mereka dan tidak akan melanjutkan pernikahan itu begitulah keyakinan Keyla sekarang Bu Rahma mulai meneteskan air matanya tak kuasa menahan kesedihan melihat anaknya yang begitu hancur karena seorang pria kaya, Indah yang mengerti apa yang di rasakan Bu Rahma segera beranjak dan berjalan ke arah wanita yang sudah di anggap sebagai ibunya itu. "ibu jangan sedih, aku yakin bahwa semua akan baik-baik saja" ucap Indah yang mencoba menenangkan Bu Rahma yang memulai menangis "tapi nak, ibu tidak kuat melihat anak ibu hancur seperti ini karena orang kaya seperti mereka" lirih Bu Rahma. tentunya Indah mengerti apa yang di rasakan oleh wanita di sampingnya tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tahu bahwa semua memang sudah di rencanakan oleh keluarga Hardi apalagi mengingat bahwa wanita yang mengaku tunangan Hardi bukan dari kalangan orang sembarang. El hanya terdiam sambil meratapi apa yang terjadi kepada dirinya andai waktu bisa di putar mungkin dia tidak ingin sampai jatuh cinta kepada Hardi. Indah yang mencoba menenangkan Bu Rahma segera mengajak wanita paruh baya itu untuk duduk setidaknya hanya itu yang bisa dia lakukan untuk mereka karena dirinya juga bingung harus melakukan apa selain memberi dukungan kepada keduanya. "Ibu tidak boleh seperti itu karena dengan ibu seperti ini justru akan membuat El semakin terpuruk" ucap Indah yang sudah duduk di bangku usang di ruang tamu. "sebenarnya ibu juga tidak ingin seperti ini nak Indah tapi jujur ibu merasa sedih melihat keadaan anak ibu yang terpuruk seperti ini andai saja waktu itu El mendengarkan apa yang ibu katakan mungkin sekarang El tidak akan merasakan hal menyakitkan seperti ini" "aku mengerti Bu tapi semua sudah terjadi sekarang kita hanya perlu memberi dukungan kepada El agar dia bisa melewati semua ini" Bu Rahma mengagukan kepalanya dia pun mulai merasa tenang karena apa yang dikatakan Indah benar kalau dia juga rapuh bagaimana dia memberi kekuatan untuk anaknya agar bisa melewati semuanya ini. El yang berada jauh dari keduanya menatap sendu ke arah ibunya tentunya dia sadar bahwa dirinya sudah membuat wanita yang begitu dia sayangi menangis tanpa menunggu lama dia segera beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah ibu serta Indah. "Bu maafkan El" ucap pelan El setelah sampai di sana. Bu Rahma serta Indah menoleh ke arah suara itu keduanya menatap tidak percaya karena sekarang El sudah berdiri tidak jauh dari mereka dan meminta maaf kepada ibunya hal itu membuat Indah tersenyum karena dia tahu bahwa El tidak akan membiarkan ibunya bersedih. El segera melangkah mendekat ke arah ibunya dan tanpa mengatakan apapun dia segera bersimpuh di hadapan ibunya sambil meraih tangan ibunya dengan tatapan penuh rasa bersalah
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN