CHAPTER #36 TIGA PULUH ENAM “Kalau begitu, kita kirim Roban saja untuk mengawasinya sementara. Saya yakin tidak akan jadi masalah, Toh Tigor dan lainnya tidak mengenal Roban dan belum pernah bertemu. Bagaimana kalau begitu?” Usul Arif di radio pemancar. Semua percakapan di radio pemancar dengan frekwensi khusus itu bisa didengar oleh kelompok Wisnu ataupun Bayu. Bahkan mereka bisa juga saming mengawasi via cctv di masing-masing tempatnya sendiri. “Kalau saya sih, setuju saja Rif.” Jawab Romli. “Terus Roban sudah tau mengenai keadaan kota?” “Sudah, Rom. Saya sudah pernah jalan kesana waktu tugas ke empat saya dulu. Masih ingatlah posisi yang dimaksud ada dimana.” Jawab Roban. Tidak ada yang menjawab dan menyanggah lagi.

