CHAPTER #32 TIGA PULUH DUA “Mari, silahkan masuk, pak dokter.” Kepala puskesmas mempersilahkan Firdaus masuk keda;am ruangan untuknya. “Ini dulu dipakai dokter Prihadi, tapi rupanya tidak begitu kerasan tinggal disini. Dan masa baktinya sudah selesai juga. Padahal sudah banyak yang menyukainya.” Lanjut kepala puskesmas. “Aduhh, sampai lupa saya, pak. Maaf saya Firdaus. Nama bapak itu agak menyulitkan lidah saya. Kalau boleh saya perlu nama pendek bapak saja, deh.” Kata Firdaus sambil tertawa. Kepala puskesmas juga ikut tertawa. “Sudah, panggil saja saya pak Bek. Semua orang disini memanggil saya Bek.” Jawabnya. “Baik, pak Bek. Saya mengucapkan terimakasih atas penghormatan ini. Saya akan berusaha seperti dokter Prihadi, bahkan kala

