CHAPTER #34 TIGA PULUH EMPAT “Sekarang beritakan kesemuanya termasuk Wisnu. Untuk Bayu dan lainnya agar meningkatkan pengamatannya.” Ujar Arif selanjutnya. Wisnu dan Bayu menerima pesan yang disampaikan dari pengamatan Firdaus. “Bang Wisnu!” Tigor sudah muncul dipintu warung. Padahal biasanya lebih malam lagi. Sekarang baru jam 7 malam sudah muncul bersama teman lainnya. Tapi kali ini Tigor hanya berlima saja. Wira dan Tejo bersama dua orang teman lainnya. “Ehh, bang Tigor. Masuk bang!” Ujar Wisnu menyambut Tigor seolah orang penting saja layaknya. Tigor dibimbing Wisnu duduk di bangkunya. “Tumben bang Tigor sudah mampir, biasanya jam 8 atau jam 9. Pasti kabur dari kerjaan ya?” “Kabur? Nggaklah bang Wisnu. Kebetulan sa

