Keadaan Aletta sudah jauh lebih tenang, walaupun ia masih memikirkan dengan teror yang sudah sampai langsung kepadanya. Teror yang berawal dari sebuah pesan, telepon hingga akhirnya teror itu benar-benar Aletta alami. Teror itu tidak sedang mengancam dirinya dan juga bayinya kan? Aletta menyentuh perutnya bahkan ia memeluk perutnya sendiri seolah ia memberikan perlindungan kepada bayinya yang masih berada di dalam kandungannya. Tidak, bayiku pasti akan baik-baik saja.. "Lett.." gumam Matthew yang berada di ambang pintu ketika ia melihat Aletta memeluk perutnya. Matthew yang khawatir pun ia segera menghampiri Aletta. "Bayiku.. mereka tidak akan menyakitinya kan??" tanya Aletta spontan kepada Matthew. Matthew dapat melihat jelas ketakutan yang terpancar dari manik mata Aletta, tubuh

