Karena selalu menghindari pembahasan tentang program kegiatan di kampus, Fauzan jadi sering menelepon hanya untuk menyampaikan pembaharuan-pembaharuan yang menurutnya penting dan aku harus tau. Pedahal, panjang kali lebar dia berbicara, tak ada yang tersimpan di dalam kepala. Fokusku hanya pada gayanya menyampaikan berita. Aku hanya suka caranya berbicara yang terlihat asyik, luwes ceria. Mengingatkan diriku dahulu bersama Alice dan Iren. Meskipun tanggapanku masih dingin tak berperasaan, ketua tersebut cuek. Terus saja memberi penyampaian tanpa memperdulikan gesture tersirat juga tersurat dariku yang menginginkan ia segera mengakhiri semuanya. "Halo, Key. Kamu masih dengerin kan?" Fauzan mencari suara balasan. Setelah ia bercuap-cuap sendiri tentunya. Hmmm, apakah lelaki itu semakin de

