- Sebuah perjanjian -

1994 Kata

"Ayo pergi ke rumahmu!" Rony melepaskan pelukan. Menyambar pergelangan tangan. Kembali memintaku untuk mengikuti langkahnya. Aku mengeraskan badan, tak ingin hal yang tidak-tidak membuat masa depanku luluh lantak. Maksudku, tidak bisakah kita bersabar untuk beberapa tahun ke depan. Toh kita masih belum masanya serius-seriusan. Rony menatap tajam, seolah tau kenapa aku enggan. "Kita temui orang tua angkatmu. Bilang sama mereka, kamu tidak ikut. Kamu tetap disini, bersamaku." "Tt–Tapi, Ron!" "Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal lain, aku akan mengurus semuanya. Kamu tetap disini, tidak ikut pergi!" Argh, aku tidak mengerti lagi. Apa yang harus aku lakukan. Haruskah kembali kugadaikan masa depan? "Jangan Ron, aku mohon jangan gegabah." "Kenapa? Kamu benar-benar ingin meninggalkanku?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN