- Tidak seperti yang dilihat -

2020 Kata

"Bara, tunggu!" Lagi-lagi aku meminta perlindungan Preman Sekolah itu demi menghindari Rony. Lelaki yang awalnya sama sekali tidak ingin kutinggalkan, kali ini berbalik menjadi tak ingin kutemui. Syukur Bara memahami, tanpa banyak bicara ataupun protes ia memasang badan. Menjadi pahlawan kesiangan dalam kehidupan. Bahkan saat di mushala, ia berjaga khusyuk dekat sepatu. Sudah seperti The Real Bodyguard saja. Saat kuminta ia ikut shalat juga, sambil mengusap belakang kepala ia berkata tidak terlalu hafal bacaan. Menjadikan sebuah pembeda tersendiri antara dirinya dengan Rony. “Makanya, nanti datangnya awal-awal. Bisa berjamaah. Kalau berjamaah kan gak usah mikirin bacaan. Tapi bukan berarti boleh gak hafal.” Bara meringis saja. Tapi keesokan harinya, dia yang malah menarikku untuk m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN